- Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
- Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
Laba 2023-2024 Turun Jauh, August PSI Minta Pasar Jaya Stop Kebocoran Demi Optimalisasi Pendapatan

Keterangan Gambar : logo pasar jaya dari google
BERNUSA.COM: Jakart-Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, menyorot laba Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya yang sempat turun pada tahun 2024 lalu. 18/09/2026
Dalam rangka memperbaiki kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dan meningkatkan pendapatannya kembali, August meminta agar Pasar Jaya menghentikan kebocoran di pasar-pasarnya. Salah satunya, hal itu harus dilakukan dengan menertibkan pedagang-pedagang di sekitar pasar yang tidak berjualan di dalam bangunan pasar milik Pasar Jaya.
“Meskipun laporan keuangannya belum keluar yang 2025, kita mengetahui bahwa Pasar Jaya dalam Laporan Keuangan Tahun 2024-nya mengalami penurunan laba dari Rp54,91 miliar pada 2023 menjadi Rp19,45 miliar pada 2024. Ini merupakan penurunan yang sangat drastis,” ungkapnya.
Baca Lainnya :
- PSI Soroti Polemik Parkir Rp60 Ribu: Pemprov DKI Harus Evaluasi Diri0
- Terus Tertekan E-Commerce, PSI Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Kerja Sama Latih Pedagang Konvensional0
- PSI Soroti Perubahan Desil Mendadak yang Bikin Warga Kehilangan Akses Bansos0
- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI0
- Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen dalam periode 21 bulan 0
“Oleh karena itu, Pasar Jaya harus memperbaiki kinerja perusahaannya. Di antara lain adalah dengan menghentikan kebocoran yang membuat pendapatannya menjadi tidak optimal selama ini. Salah satunya, kebocoran karena adanya pedagang-pedagang yang berjualan di luar bangunan Pasar Jaya,” sambungnya.
August mencontohkan keadaan di Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), di mana pedagang melimpah ruah ke luar pasar dan membuka kiosk-kiosk di tempat parkir hingga jalan raya di sekitarnya.
“Seperti di Pasar Jaya Pasar Minggu ini, para pedagang melimpah ke luar bangunan pasar dan malah berjualan di tempat-tempat parkir sama jalanan. Ketika itu dilakukan, uang sewa yang harusnya dibayar kepada Pasar Jaya malah jatuh ke tangan-tangan oknum ormas (organisasi kemasyarakatan) atau yang mengaku-ngaku akamsi (anak kampung sini). Itu mengakibatkan kebocoran,” tambahnya.
August tidak menafikan bahwa kondisi beberapa bangunan Pasar Jaya membuat para pedagang enggan berjualan di dalam bangunan pasar dan memilih untuk menjajakan dagangannya di luar. Untuk mengatasi permasalahan itu, ia meminta Pasar Jaya untuk melakukan renovasi.
“Memang, kondisi bangunan di beberapa Pasar Jaya itu memprihatinkan. Bahkan, sudah tidak aman lagi untuk digunakan. Sehingga, baik pedagang maupun pembeli enggan masuk ke dalam untuk berjualan dan belanja. Oleh karena itu, Pasar Jaya harus melakukan peremajaan dan renovasi,” tegasnya.
“Namun, kepada oknum-oknum pedagang yang masih ngotot dan ngeyel tidak mau pindah ke dalam pasar ketika renovasi tersebut sudah dilakukan nantinya, saya kira dari pihak Pasar Jayanya juga perlu ada ketegasan agar hal-hal seperti itu tidak dibiarkan. Sayang kalau uang sewa yang harusnya masuk ke kas daerah dan bisa digunakan untuk membangun Jakarta malah bocor terus,” tutupnya.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
