Laba 2023-2024 Turun Jauh, August PSI Minta Pasar Jaya Stop Kebocoran Demi Optimalisasi Pendapatan

By Ahmad Romdoni 18 Sep 2026, 18:48:02 WIB DKI Jakarta
Laba 2023-2024 Turun Jauh, August PSI Minta Pasar Jaya Stop Kebocoran Demi Optimalisasi Pendapatan

Keterangan Gambar : logo pasar jaya dari google


BERNUSA.COM: Jakart-Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, menyorot laba Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya yang sempat turun pada tahun 2024 lalu. 18/09/2026

Dalam rangka memperbaiki kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dan meningkatkan pendapatannya kembali, August meminta agar Pasar Jaya menghentikan kebocoran di pasar-pasarnya. Salah satunya, hal itu harus dilakukan dengan menertibkan pedagang-pedagang di sekitar pasar yang tidak berjualan di dalam bangunan pasar milik Pasar Jaya.

“Meskipun laporan keuangannya belum keluar yang 2025, kita mengetahui bahwa Pasar Jaya dalam Laporan Keuangan Tahun 2024-nya mengalami penurunan laba dari Rp54,91 miliar pada 2023 menjadi Rp19,45 miliar pada 2024. Ini merupakan penurunan yang sangat drastis,” ungkapnya.

Baca Lainnya :

“Oleh karena itu, Pasar Jaya harus memperbaiki kinerja perusahaannya. Di antara lain adalah dengan menghentikan kebocoran yang membuat pendapatannya menjadi tidak optimal selama ini. Salah satunya, kebocoran karena adanya pedagang-pedagang yang berjualan di luar bangunan Pasar Jaya,” sambungnya.

August mencontohkan keadaan di Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), di mana pedagang melimpah ruah ke luar pasar dan membuka kiosk-kiosk di tempat parkir hingga jalan raya di sekitarnya.

“Seperti di Pasar Jaya Pasar Minggu ini, para pedagang melimpah ke luar bangunan pasar dan malah berjualan di tempat-tempat parkir sama jalanan. Ketika itu dilakukan, uang sewa yang harusnya dibayar kepada Pasar Jaya malah jatuh ke tangan-tangan oknum ormas (organisasi kemasyarakatan) atau yang mengaku-ngaku akamsi (anak kampung sini). Itu mengakibatkan kebocoran,” tambahnya.

August tidak menafikan bahwa kondisi beberapa bangunan Pasar Jaya membuat para pedagang enggan berjualan di dalam bangunan pasar dan memilih untuk menjajakan dagangannya di luar. Untuk mengatasi permasalahan itu, ia meminta Pasar Jaya untuk melakukan renovasi.

“Memang, kondisi bangunan di beberapa Pasar Jaya itu memprihatinkan. Bahkan, sudah tidak aman lagi untuk digunakan. Sehingga, baik pedagang maupun pembeli enggan masuk ke dalam untuk berjualan dan belanja. Oleh karena itu, Pasar Jaya harus melakukan peremajaan dan renovasi,” tegasnya.

“Namun, kepada oknum-oknum pedagang yang masih ngotot dan ngeyel tidak mau pindah ke dalam pasar ketika renovasi tersebut sudah dilakukan nantinya, saya kira dari pihak Pasar Jayanya juga perlu ada ketegasan agar hal-hal seperti itu tidak dibiarkan. Sayang kalau uang sewa yang harusnya masuk ke kas daerah dan bisa digunakan untuk membangun Jakarta malah bocor terus,” tutupnya.