- Di Paris, Prabowo dan Macron Bahas Pertahanan hingga IEU-CEPA
- Pengamat UMKM Soroti Pendampingan Jakpreneur, Minta Evaluasi Kinerja Pendamping di Lapangan
- AHY Tegaskan Politik Perempuan Bukan Formalitas
- Audiensi PB PRSI dengan Kemenpora RI Bahas Dukungan Olimpiade Robotika 2026
- BNI Distribusikan 1.200 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah Indonesia
- LPDB Koperasi Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait Dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- SMP Islam Mentari Indonesia Gelar Pameran Karya Robotik Siswa Bersama PRSI
- GMNI DKI Ajukan Dokumen Amicus Soal UU TNI
- Ketum DPP SKIBER Tegaskan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Layak Dipertahankan
Pemkab Bogor Dorong Penerima Bansos yang Sudah Mampu Mengundurkan Diri Secara Sukarela
.jpg)
Keterangan Gambar : Kabupaten Bogor Terapkan Stiker Bansos untuk Awasi Penerima PKH dan BPNT
BERNUSA.COM, Bogor — Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Sosial resmi meluncurkan sekaligus mensosialisasikan penggunaan stiker bantuan sosial (bansos) sebagai upaya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan lebih transparan.
Sosialisasi program tersebut dilakukan kepada relawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di 21 kecamatan secara bertahap. Selain menjadi penanda rumah penerima bantuan, stiker bansos juga difungsikan sebagai instrumen monitoring penerima manfaat di lapangan.
Peluncuran dan sosialisasi program berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Selanjutnya, pemasangan stiker akan dilakukan di rumah-rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di berbagai desa.
Baca Lainnya :
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Makruf, mengatakan uji coba pemasangan stiker bansos telah dilakukan selama satu bulan terakhir di sejumlah kecamatan sebelum resmi diterapkan secara luas.
“Setelah melalui proses pengkajian yang matang, program ini akhirnya resmi diluncurkan hari ini kepada para petugas TKSK,” ujar Farid, pada Jumat (22/5/2026).
Dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, baru 21 kecamatan yang dinyatakan siap menjalankan program tersebut secara bertahap.
Program penempelan stiker bansos dinilai efektif untuk menekan potensi manipulasi data sekaligus mengurangi penerima bantuan yang tidak sesuai dengan kriteria.
Farid menjelaskan, persentase Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Bogor saat ini masih cukup tinggi, yakni mencapai 6,23 persen. Terdapat sekitar 1.600 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 3.600 penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Melalui gerakan penempelan stiker bansos tersebut, pemerintah daerah berharap muncul kesadaran masyarakat terkait hak penerima bantuan. Warga yang kondisi ekonominya telah membaik diharapkan dapat mengundurkan diri secara sukarela dari daftar penerima bantuan sosial.(AS/BN).
_-_Copy.png)



.jpg)




_(1).png)

