- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
Ratusan Peserta Ikuti Diskusi Animasi dan Digital AI di Kreatif Merdeka Carnival 2026

Keterangan Gambar : Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
BERNUSA.COM, Jakarta, – PT Avatara Lintas Media bersama PFN Heritage menyelenggarakan Pekan Diskusi Film Indonesia dalam rangkaian Kreatif Merdeka Carnival 2026 dengan mengangkat tema “Diskusi Film Animasi & Digital AI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Tangan Kreatif, Bantuan Digital: Animator di Era AI” tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dunia film, animasi, dan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) sebagai sarana berekspresi dan berkarya di era digital.
Direktur PT Avatara Lintas Media sekaligus Ketua Panitia, Herty Paulina Purba, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat dengan para praktisi industri kreatif agar memahami peluang yang muncul dari perkembangan teknologi digital.
Baca Lainnya :
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk belajar, berdiskusi, sekaligus mengenal lebih dekat dunia perfilman dan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk melahirkan karya-karya kreatif,” ujar Herty.

Ketua Diskusi Film, Liza Maria, menambahkan forum tersebut sengaja dibuka bagi peserta mulai dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa. Menurutnya, diskusi nonformal dapat menjadi media untuk mengembangkan kreativitas melalui animasi dan teknologi AI.
“Melalui digital AI dan animasi, kami berharap generasi muda, khususnya anak-anak, mendapatkan wawasan nonformal sekaligus ruang untuk menumbuhkan kreativitas, mengekspresikan kemampuan, dan mengembangkan bakat mereka,” kata Liza.

Sutradara dan Penulis Animasi Cipak Cipuk, Andara Fembriarto, menilai AI mampu membuka peluang baru dalam proses produksi animasi. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut harus digunakan tanpa menghilangkan identitas kreator.
“AI tentu dapat membantu proses pembuatan animasi, tetapi jati diri dan karakter kreator harus tetap dijaga agar karya memiliki keunikan,” jelas Andara.
.jpg)
Pandangan serupa disampaikan Dosen Film & TV IKJ sekaligus Ketua PROSSESI DPBKI, Danu Murti, S.Sn., M.Sn. Menurutnya, AI merupakan alat pendukung yang tidak dapat menggantikan imajinasi, ide, dan kreativitas manusia.
“AI berfungsi untuk membantu kita, tetapi tetap harus ada imajinasi dan ide manusia untuk mewujudkan cita-cita menjadi sebuah karya seni,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Konten Kreator Indonesia (AKKI), Adhi Rachman, menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai AI agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menghasilkan animasi dan konten digital berkualitas.
“Dalam acara ini kita belajar bagaimana dari dasar, dari akar untuk membuat AI yang bagus, yang bisa layak untuk sosial media dan lain sebagainya,” tutur Adhi.
Rangkaian Kreatif Merdeka Carnival 2026 berlangsung selama sepekan dengan berbagai agenda diskusi, mulai dari film anak, film inklusi, animasi dan digital AI, hingga film horor. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta setiap hari dan terbuka bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Selain diskusi film, acara ini juga menghadirkan suasana karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, lengkap dengan wahana permainan seperti bianglala, kora-kora, ontang-anting, serta bazar dan UMKM yang dapat dinikmati masyarakat.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
