- Institut Marhaenisme 27 Luncurkan Marhaenis Watch
- Munjirin: Penanganan Sampah Jakarta Timur Capai 729,72 Ton hingga Juli 2026
- Pemkab Bekasi Matangkan Regulasi Pilkades Serentak 2026, Fokus Wujudkan Demokrasi Desa Berkualitas
- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
Sosialisasi Pemilahan Sampah Tanpa Tempat Sampah: Dinas LH DKI Tuai Sorotan

Keterangan Gambar : Sampah Berserakan Di Lokasi Acara Pencanangan 5 Abad DKI Jakarta
Bernusa.com. JAKARTA— Ironi tampak dalam kegiatan sosialisasi pemilahan sampah yang dirangkaikan dengan pencanangan menuju 5 Abad DKI Jakarta di kawasan Rasuna Sahid, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026). Di tengah semangat mengkampanyekan kesadaran lingkungan dan budaya memilah sampah kepada masyarakat, justru minim ditemukan fasilitas tempat sampah di area kegiatan.
Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari sejumlah pengunjung yang hadir dalam acara. Banyak peserta terlihat kebingungan membuang sampah bekas makanan dan minuman karena tidak tersedianya tempat sampah yang memadai di beberapa titik keramaian. Akibatnya, sebagian sampah tampak dibuang di pinggir jalan depan tenant UMKM karena pengunjung tidak menemukan lokasi pembuangan sampah yang jelas.
“Dari tadi saya muter nyari tempat sampah enggak ketemu. Padahal ini acaranya tentang pemilahan sampah, tapi tempat sampahnya malah susah dicari,” ujar Zahra, warga Mampang, sambil membawa kemasan makanan yang baru dibelinya.
Baca Lainnya :
- 100 UMKM Kuliner Binaan Dinas PPKUKM DKI Jakarta Meriahkan Pencanangan HUT Ke-500 Kota Jakarta di Rasuna Said0
- JKB Gandeng PSI di DPRD DKI, Dorong Kolaborasi Lawan Intoleransi0
- RSUD Tarakan Lakukan Terobosan Baru: Operasi Ligamen Lutut Canggih Kini Tak Lagi Milik Rumah Sakit Elit0
- Hadapi Overkapasitas Bantargebang, Jakarta Timur Luncurkan Bank Sampah Induk Makasar0
- FPPJ Desak KPK Bongkar Harta Eks Kadis LH DKI0
Menurut Zahra, kondisi tersebut membuat pengunjung serba salah karena di satu sisi masyarakat diminta menjaga kebersihan, namun fasilitas pendukung di lokasi acara belum tersedia secara memadai. “Akhirnya banyak yang buang sampah di pinggir jalan depan tenant karena bingung harus buang ke mana,” katanya.
Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya kesiapan teknis penyelenggaraan kegiatan bertema lingkungan. Sosialisasi pemilahan sampah seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan ajakan simbolik, tetapi juga diwujudkan melalui penyediaan sarana pendukung yang memadai agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan budaya pengelolaan sampah secara benar.
Momentum pencanangan 5 Abad DKI Jakarta semestinya menjadi gambaran kesiapan ibu kota menuju kota global yang tertib, bersih, dan berbudaya lingkungan. Namun kelalaian dalam penyediaan fasilitas dasar seperti tempat sampah justru memperlihatkan kontradiksi antara pesan kampanye dengan kondisi di lapangan.
Masyarakat berharap ke depan kegiatan bertema lingkungan tidak hanya menonjolkan panggung seremoni dan slogan, melainkan benar-benar memperhatikan aspek teknis dan edukatif secara menyeluruh. Sebab kesadaran menjaga lingkungan tidak akan tumbuh maksimal apabila fasilitas pendukungnya sendiri belum disiapkan secara serius.
_-_Copy.png)








_(1).png)

