- Juara Australia Open 2026, Alwi Farhan Jadi Harapan Baru Bulu Tangkis Indonesia
- Setelah Tiga Bulan Bertahan, Sopir PT Tiga Berdikari Abadi Menang
- Ciomy Konsisten Mendukung Dakwah, Dukung Yuk Ngaji Hadirkan ITTIBA\' Reconnect With Rasulullah
- Dorong Buruh Perkebunan Perkuat Serikat
- PRSI Kunjungi Anjungan Kalimantan Selatan TMII, Bahas Pengembangan Edukasi Robotika
- Ketum PRI Targetkan 38 Kantor DPD PRO RI Berdiri di Seluruh Indonesia
- PB Formula dan Banom PP. Wanita Formula, PP. Pemuda Formula, PP. Denjalu Hadiri Undangan Forum Dialog Global
- Wamen FaridaTegaskan Dekopinwil Ujung Tombak Gerakan Koperasi
- Lobang Buaya, Bawa Tragedi Sejarah Indonesia ke Panggung Film Horor Internasional
- Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
45.000 Peserta Hadiri Apel Nasional PPL, Mentan Tekankan Transparansi Bantuan dan Respons Cepat Lapangan

Keterangan Gambar : Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani
BERNUSA.COM, Jakarta ,— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani yang benar-benar membutuhkan. Terutama petani gurem, petani berpendapatan rendah, serta kelompok tani yang masih tertinggal secara ekonomi.
Dalam arahannya pada Apel Nasional Penyuluh Pertanian yang digelar secara daring, Kamis (20/11/25), Mentan Amran menekankan pentingnya integritas dan ketelitian penyuluh dalam mengawal setiap program pertanian di lapangan.

Baca Lainnya :
- Kementan Fokus Modernisasi SDM, Penelitian UNM Ungkap Kelemahan Evaluasi Pelatihan Teknis0
- Pemberitaan Tempo Sejalan dengan Kepentingan Mafia Pangan, Sekutukah?0
- Pengamat pangan Debi Syahputra: Putusan PN Jaksel Fakta Fitnah Tempo Soal Pembungkaman Pers Tidak Terbukti0
- Mentan Amran: Bela Kementerian dan Petani, Bukan Pribadi Saya0
- Soal Gugatan ke Tempo, Hasan Nasbi: Ini Bukan Kriminalisasi, Tapi Hak Konstitusional0
“Semua bantuan harus diprioritaskan untuk petani miskin dan petani gurem. Jangan sampai petani yang sudah punya traktor dapat bantuan lagi. Utamakan yang kecil, yang lemah, dan yang sangat membutuhkan,” tegasnya.
PPL Diminta Turun Langsung dan Kawal Program
Mentan menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah mulai dari peningkatan produksi, perluasan tanam, bantuan saprodi, hingga penguatan alsintan tidak akan berdampak maksimal tanpa kehadiran aktif para penyuluh.
“Program ini tidak ada artinya kalau penyuluh tidak turun langsung. Keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh integritas dan kecepatan PPL,” ujar Amran.
Ia juga meminta penyuluh memperbaiki kualitas pendampingan dan memastikan pendataan dilakukan dengan benar dan transparan. Menurutnya, kesalahan data akan menghasilkan bantuan yang tidak tepat sasaran.
Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim
Mentan Amran turut mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap ancaman banjir, kekeringan, atau serangan hama. PPL diminta melaporkan setiap kejadian lapangan dengan segera agar pemerintah pusat dapat memberikan penanganan cepat.
“Jika terjadi banjir atau serangan hama, laporkan segera. Masalah yang tidak mampu diselesaikan daerah harus cepat disampaikan ke pusat,” katanya.
Produksi Beras Meningkat, Peran PPL Diapresiasi
Mentan Amran menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penyuluh dan petani yang berperan dalam peningkatan produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei KSA Oktober 2025, produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, stok Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, menandakan stabilnya pasokan nasional.
Ia juga meminta informasi kebijakan pusat seperti penurunan harga pupuk 20% dan perubahan HET disebarkan dengan cepat hingga ke petani tingkat bawah.
45.000 Peserta Hadiri Apel Nasional PPL
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, melaporkan bahwa apel nasional ini dihadiri sekitar 45.000 peserta, terdiri dari penyuluh pertanian seluruh Indonesia, petani, petani milenial, Brigade Pangan, BRMP, serta seluruh UPT Kementan.
Idha menyebut penyuluh kini telah menjadi satu kekuatan besar dalam mendukung swasembada pangan. Para PPL juga aktif memberikan laporan lapangan, mulai dari LTT, luas panen, harga gabah, hingga perkembangan komoditas lainnya.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

