- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
- Heikal Safar SH Dukung TNI Menolak Backingin Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
- Maman Abdurrahman: AI Bukan Lagi Masa Depan, Kini Jadi Kebutuhan UMKM Indonesia
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Akankah Kejutan Kembali Terjadi?
Prediksi Agung Nugroho, Pemaen Bola Kampung

Keterangan Gambar : Prediksi 16 Besar Piala Dunia 2026
Bernusa.com. JAKARTA— Fase gugur akhirnya dimulai. Tidak ada lagi istilah "laga pemanasan". Di babak 16 besar, satu kesalahan kecil bisa mengakhiri mimpi empat tahun. Jika melihat performa sejak fase grup, sejumlah tim memang layak dijagokan. Namun, sejarah Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa babak gugur adalah panggung bagi kejutan.
Laga pembuka mempertemukan Kanada melawan Maroko. Meski Kanada tampil cukup impresif sebagai salah satu tuan rumah, pengalaman Maroko di turnamen besar membuat Atlas Lions sedikit lebih diunggulkan. Dengan pertahanan yang disiplin dan serangan balik yang mematikan, saya memprediksi Maroko menang 3-1.
Partai berikutnya mempertemukan Paraguay melawan Prancis. Di atas kertas, Prancis jelas unggul. Namun Paraguay dikenal sebagai tim yang sulit ditembus dan tidak pernah menyerah hingga peluit panjang berbunyi. Saya memperkirakan Les Bleus akan lolos dengan susah payah. Prediksi: Prancis menang tipis 2-1, bahkan bukan tidak mungkin gol penentu lahir dari bola mati atau penalti.
Baca Lainnya :
- Kepemimpinan di Balik Angka: Menakar Kerja Senyap Iin Mutmainah0
- Penguatan HAM bagi Aparatur Negara Dinilai Jadi Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Pilihan0
- Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran0
- Nuzulul Quran dan Mencari Cahaya Lailatul Qadr.0
- Agung Nugroho: Kritik Tata Kota Jakarta Barat Harus Disertai Solusi Konkret0
Kejutan terbesar saya justru ada di laga Brasil vs Norwegia. Banyak yang otomatis menjagokan Brasil karena tradisi lima gelar juara dunia. Namun Norwegia datang dengan generasi emas yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard. Jika Brasil gagal memanfaatkan peluang, saya melihat peluang Norwegia menang 2-1 dan menciptakan salah satu kejutan terbesar di babak 16 besar nanti.
Meksiko vs Inggris diprediksi berlangsung ketat. Bermain di kawasan sendiri menjadi keuntungan bagi Meksiko, tetapi kualitas skuad Inggris lebih lengkap. Prediksi: Inggris menang 2-1.
Portugal vs Spanyol layak disebut final kepagian. Portugal terlihat lebih efektif sepanjang fase grup, sementara Spanyol masih sering kesulitan menghadapi pertahanan rapat, namun memiliki penyerang yang variatif dan lini tengah yang tangguh. Prediksi: Soanyol menang 2-1.
Di laga Amerika Serikat vs Belgia, dukungan puluhan ribu suporter tuan rumah akan menjadi senjata utama Amerika Serikat. Meski begitu, pengalaman Belgia di laga-laga besar membuat mereka sedikit lebih diunggulkan. Prediksi: Belgia menang 2-1.
Sorotan terbesar tentu tertuju pada Argentina vs Mesir. Lionel Messi masih menjadi otak permainan Albiceleste, sementara Mesir mengandalkan semangat juang dan organisasi permainan. Argentina diprediksi mampu mengendalikan pertandingan. Prediksi: Argentina menang 3-1.
Sementara itu, Swiss vs Kolombia diperkirakan menjadi duel paling seimbang. Swiss terkenal disiplin dalam bertahan, tetapi Kolombia memiliki kreativitas dan daya ledak lini depan yang lebih baik. Prediksi: Kolombia menang 2-1.
Jika prediksi ini menjadi kenyataan, maka delapan besar akan dihuni oleh Maroko, Prancis, Norwegia, Inggris, Portugal, Belgia, Argentina, dan Kolombia. Di atas kertas memang masih ada nama-nama besar, tetapi bila satu atau dua kejutan benar-benar terjadi, Piala Dunia 2026 akan kembali membuktikan satu hal: nama besar hanya hidup di buku sejarah, sedangkan tiket ke perempat final ditentukan oleh performa selama 90 menit di lapangan.
_-_Copy.png)








_(1).png)

