- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
- Ilhamsyah: Bapor Tak Boleh Sekadar Jadi Pengawal Aksi, Buruh Harus Bangun Kekuatan Politik
- KPK NU Gelar Istigasah Kubro di Gedung KPK, Desak Nusron Wahid dan Gus Ipul Ditangkap
- MELURUSKAN POLEMIK PEMBANGUNAN RSUD CAKUNG
- Kuota Diskusi Anies Baswedan Habis dalam Tiga Menit, Peserta Lanjutkan Dialog di Tangga Old College Edinburgh
- KAI Logistik Tingkatkan Layanan dengan Hadirkan Fitur Live Chat pada Website
Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM

Keterangan Gambar : Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalin kolaborasi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin).
BERNUSA.COM, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalin kolaborasi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dan memperluas akses pasar domestik maupun global melalui pemenuhan standar mutu, keamanan produk, serta integrasi layanan digital.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Indonesia Quarantine Expo 2026 bertema Protecting Indonesia, Connecting the World di Jakarta, Jumat (23/10), menegaskan bahwa pelindungan sumber daya hayati dan perluasan akses perdagangan harus berjalan beriringan guna membuka peluang pertumbuhan usaha bagi pengusaha UMKM Indonesia.
“Indonesia tidak hanya perlu memastikan keamanan dan kualitas komoditas yang diperdagangkan, tetapi juga memperkuat kemampuan para pengusaha UMKM agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan nasional maupun internasional,” kata Menteri Maman.
Baca Lainnya :
- Final Piala Dunia Jadi Momentum Kementerian UMKM Perkuat Dukungan bagi Ojol Indonesia0
- UMKM Naik Kelas Jadi Kunci Pertumbuhan Daerah, Kementerian UMKM Gelar Festival Nasional0
- UMKM Dapat Kepastian Pajak, Kementerian UMKM Siapkan Pendampingan dan Konsultasi Gratis0
- Kementerian UMKM Dorong Kolaborasi Komunitas Perkuat Ekonomi Rakyat0
- UMKM Naik Kelas, Tempe Indonesia Kini Mendunia0
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar melalui komoditas unggulan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri pengolahan. Namun, untuk menembus pasar global, keunggulan produk harus diimbangi dengan pemenuhan standar mutu, keamanan, sertifikasi, serta ketentuan teknis negara tujuan ekspor.
Oleh karena itu, Menteri Maman berharap Barantin tidak hanya berperan sebagai lembaga pengawasan dan pelindungan, tetapi juga menjadi mitra pendamping pengusaha UMKM dalam memahami prosedur dan persyaratan perdagangan internasional.
“Ketika berbicara ekspor, kita tidak bisa hanya mengikuti standar dalam negeri, tetapi juga harus menyesuaikan dengan standar negara tujuan. Di sinilah peran Barantin sangat penting untuk mendampingi UMKM agar semakin siap memasuki pasar global,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian UMKM membuka peluang integrasi platform SAPA UMKM dengan sistem layanan digital Barantin, yakni BESTRAS (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology).
Integrasi kedua sistem tersebut diharapkan memudahkan pengusaha UMKM memperoleh informasi dan mengakses layanan persyaratan karantina, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar.
“Melalui SAPA UMKM, kami terus mendorong kemudahan akses informasi, pembinaan, pembiayaan, dan pasar. Sinergi dengan BESTRAS diharapkan semakin memudahkan pengusaha UMKM dalam memenuhi persyaratan perdagangan, khususnya untuk ekspor,” kata Menteri Maman.
Selain integrasi layanan digital, Menteri Maman menekankan pentingnya peran usaha menengah sebagai agregator dalam rantai pasok. Usaha menengah dinilai mampu membantu konsolidasi produk UMKM, menjaga konsistensi pasokan, memperluas distribusi, serta menghubungkan usaha mikro dan kecil dengan pasar yang lebih luas.
Menurutnya, kemitraan antara usaha mikro, kecil, menengah, dan besar melalui ekosistem bisnis yang terintegrasi menjadi salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Kita perlu membangun kolaborasi yang kuat dan memperkuat kemitraan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pengusaha UMKM. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyatakan komitmen Barantin mendukung program UMKM naik kelas melalui penguatan ekosistem ekspor, terutama dalam memastikan produk Indonesia memenuhi persyaratan pasar internasional.
“Karantina hadir untuk mendukung Kementerian UMKM dalam ekosistem ekspor-impor, terutama memastikan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan memenuhi standar yang ditetapkan pembeli di luar negeri,” kata Karding.
Ia menjelaskan, terdapat tiga aspek penting yang perlu diperhatikan pengusaha UMKM untuk memasuki pasar ekspor, yakni mutu produk, keamanan produk, serta ketertelusuran (traceability) yang semakin menjadi perhatian dalam perdagangan global.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula Deklarasi Penguatan Perkarantinaan dan Pengembangan UMKM Ekspor sebagai wujud sinergi meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar global.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian UMKM dan Barantin berkomitmen membangun ekosistem perdagangan yang lebih inklusif, meningkatkan kesiapan ekspor, serta membuka peluang lebih luas bagi produk UMKM Indonesia untuk bersaing di pasar global.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
