Kelurahan Pejaten Barat Optimalkan Pengelolaan Sampah Lewat Budidaya Maggot dan Bank Sampah

By Goenk1975 30 Jul 2026, 14:16:12 WIB DKI Jakarta
Kelurahan Pejaten Barat Optimalkan Pengelolaan Sampah Lewat Budidaya Maggot dan Bank Sampah

Keterangan Gambar : Infografis Pengelolaan Sampah Di Pejaten Barat


Bernusa.com. Jakarta – Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Bank Sampah sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus mendorong pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.

Lurah Pejaten Barat Yudi Setia P mengatakan pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan larva BSF, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui Bank Sampah Siaga Kelurahan Pejaten Barat.

"Kami terus mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Langkah sederhana ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan," ujar Yudi di Jakarta.

Baca Lainnya :

Ia menjelaskan sampah organik yang telah dipilah kemudian diolah menjadi pakan maggot hingga memasuki masa panen. Dalam satu siklus produksi sekitar 26 hari, fasilitas budidaya tersebut mampu menghasilkan sekitar 440 kilogram maggot.

Menurut dia, hasil panen dimanfaatkan sebagai pakan ikan, unggas, dan ternak lainnya, sementara sebagian dipasarkan serta didistribusikan kepada masyarakat. Sisa pengolahan organik juga diolah menjadi kompos untuk mendukung penghijauan dan budidaya tanaman.

Sementara itu, pengelolaan sampah anorganik dilakukan melalui Bank Sampah Siaga yang menerima berbagai jenis sampah bernilai ekonomi, seperti plastik, kertas, logam, dan bahan daur ulang lainnya.

Yudi mengatakan keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RW, sekolah, kader lingkungan, hingga instansi terkait dalam membangun budaya memilah sampah sejak dini.

"Kami berharap pengelolaan sampah menjadi gerakan bersama. Semakin banyak sampah yang diolah di tingkat kelurahan, semakin kecil volume sampah yang harus dikirim ke TPA," katanya.

Pemerintah Kelurahan Pejaten Barat menilai pengelolaan sampah berbasis budidaya maggot dan bank sampah menjadi salah satu implementasi prinsip ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.