Tak Perlu Angkat Tabung LPG, Jargas Jadi Solusi Hemat dan Aman bagi Rumah Tangga

By Achmad Soleh 05 Agu 2026, 15:43:20 WIB Nusantara
Tak Perlu Angkat Tabung LPG, Jargas Jadi Solusi Hemat dan Aman bagi Rumah Tangga

Keterangan Gambar : Jargas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(ESDM).


BERNUSA.COM, Jakarta – Program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadirannya tidak hanya memudahkan aktivitas rumah tangga, tetapi juga mendukung kelancaran usaha mikro serta membantu menghemat pengeluaran keluarga.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan berbagai testimoni dari pengguna menunjukkan bahwa jargas telah meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi penggunaan energi di berbagai daerah.

 “Jargas memberikan kemudahan, rasa aman, dan efisiensi biaya bagi masyarakat. Pengguna tidak perlu lagi repot mengangkut tabung gas atau khawatir kehabisan gas saat dibutuhkan,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Baca Lainnya :

Salah satu manfaat tersebut dirasakan Nesti, warga Rumah Susun Manis Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Selama sekitar tiga tahun menggunakan layanan jargas PT Perusahaan Gas Negara (PGN), ia mengaku sangat terbantu karena tidak lagi harus mencari dan membawa tabung LPG ke lantai tiga rumah susun.

Menurut Nesti, jargas juga memberikan rasa aman karena sebelumnya ia merasa khawatir memasang tabung gas sendiri. Kini, termasuk saat memasak sahur di bulan Ramadan, ia tidak lagi takut gas habis secara tiba-tiba.

Selain itu, sistem pembayaran pascabayar dengan tarif yang relatif stabil dinilai memudahkan pengelolaan keuangan rumah tangga. Pembayaran tagihan juga dapat dilakukan melalui e-commerce maupun mobile banking.

Manfaat serupa dirasakan Bambang Prakosa, pemilik warung makan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengatakan penggunaan jargas membuat operasional usahanya lebih lancar karena tidak lagi khawatir kehabisan gas saat mulai berjualan sebelum subuh.

 “Selama menggunakan jargas, saya belum pernah mengalami gangguan keamanan terkait penggunaan gas. Warga sekitar juga merasa lebih tenang,” ujarnya.

Di Sidoarjo, Jawa Timur, Jayanti Indah juga mengaku merasakan kepraktisan setelah lima tahun beralih dari LPG 3 kg ke jargas. Ia tidak lagi repot mengganti tabung gas dan merasa lebih hemat, sementara layanan PGN dinilai aman dengan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi potensi kebocoran.

Qodari menegaskan pemerintah akan terus memperluas pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi nasional dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG.

Berdasarkan data per 3 Agustus 2026, pembangunan jargas 2025–2026 menargetkan 119.379 sambungan rumah (SR) yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Secara kumulatif, 949.008 sambungan rumah telah terbangun sebagai bagian dari pengembangan program jargas nasional.

Program jargas merupakan sistem infrastruktur pipa bawah tanah yang menyalurkan gas alam langsung ke rumah warga. Program prioritas nasional Kementerian ESDM ini bertujuan menyediakan energi yang lebih murah, bersih, aman, dan tersedia 24 jam sekaligus menekan impor LPG.

Pemerintah menargetkan pembangunan ratusan ribu sambungan rumah hingga 2029 agar semakin banyak keluarga Indonesia memperoleh akses energi yang efisien dan berkelanjutan.(AS/BN).