- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
Rekan Indonesia Kota Bekasi Temani Perjuangan Pasien Infeksi Kantong Kemih.

Keterangan Gambar : Ilustrasi kronologi perjuangan pasien di kota bekasi
Bernusa.com— BEKASI, Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Kota Bekasi melakukan pendampingan terhadap seorang pasien peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) bernama Mulyadi yang sempat mengalami kendala dalam memperoleh ruang rawat inap setelah menjalani pemeriksaan di RS Mitra Keluarga Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (4/6/2026).
Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 01.15 WIB dengan keluhan gangguan pada saluran kemih. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter merekomendasikan agar pasien menjalani perawatan inap. Namun, karena kapasitas ruang rawat inap sedang penuh, pasien belum dapat dirawat di rumah sakit tersebut.
Sebagai langkah penanganan awal, pasien mendapatkan tindakan medis berupa pemberian suntikan dan obat-obatan. Pihak rumah sakit juga mengarahkan agar pasien kembali apabila kondisi memburuk serta membuka kemungkinan rujukan ke rumah sakit lain yang memiliki ketersediaan tempat tidur.
Baca Lainnya :
- Ketua KPD REKAN Jakbar Kritik Keras Layanan BPJS di RS Hermina Daan Mogot0
- Nuzulul Quran dan Mencari Cahaya Lailatul Qadr.0
- Relawan Kesehatan Dinilai Berperan Menjaga Akses dan Keadilan Layanan Kesehatan0
- Antrean Boleh Digital, Hak Layanan Tetap Universal0
Dendi Dwi Prasetyo, Anggota Kolektif Pimpinan Daerah (KPD) Rekan Indonesia Kota Bekasi, menjelaskan bahwa kondisi pasien sempat membaik setelah mendapatkan penanganan awal sehingga pasien memilih pulang ke rumah pada waktu subuh.
"Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, pasien kembali merasakan keluhan pada saluran kemih sehingga keluarga memutuskan membawa pasien ke RS EMC untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan," ujar Dendi.
Menurut Dendi, setelah menjalani pemeriksaan di RS EMC, pasien dinyatakan tidak berada dalam kondisi gawat darurat sehingga diperbolehkan pulang pada sore hari.
"Pasien pulang dengan kondisi masih menggunakan selang kateter pada saluran kemih. Pihak rumah sakit memberikan arahan agar pasien kembali untuk pelepasan kateter setelah kondisi membaik dan sesuai hasil evaluasi medis," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses pelayanan di RS EMC berjalan dengan baik dan pasien memperoleh penanganan yang dibutuhkan tanpa kendala berarti.
"Alhamdulillah, pelayanan di RS EMC berjalan lancar. Pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan medisnya tanpa hambatan yang berarti," kata Dendi.
Rekan Indonesia Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, khususnya ketika pasien menghadapi kendala administratif maupun teknis di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Peran kami adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi, pendampingan, dan akses terhadap layanan kesehatan yang menjadi haknya. Kehadiran relawan diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga dalam menghadapi berbagai situasi yang memerlukan pendampingan," tutup Dendi.
_-_Copy.png)









_(1).png)
