Rekan Indonesia Bogor Raya, Dampingi Ibu Hamil. Penanganan Lambat Bayinya Meninggal

By Goenk1975 21 Jul 2026, 14:45:52 WIB Kesehatan
Rekan Indonesia Bogor Raya, Dampingi Ibu Hamil. Penanganan Lambat Bayinya Meninggal

Keterangan Gambar : Maulyda Nabila, IbubHamil Yang Didampingi Rekan Indonesia Bogor Raya


Bernusa.com. Bogor - Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Kabupaten Bogor Raya mendampingi seorang ibu hamil yang kehilangan janin pada usia kandungan sekitar enam bulan setelah menjalani penanganan medis di RS Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Kabupaten Bogor, Senin (20/7).

Ketua KPD Rekan Indonesia Bogor Raya, Meirura Lovita Chaniago atau Rura, mengatakan pendampingan dilakukan sejak pihaknya menerima laporan dari suami dari pasien bernama, Mualydia Nabila, warga Bojong Gede yang mengabarkan istrinya mengalami kram perut disertai perdarahan.

"Kami menyarankan agar pasien segera diperiksa ke bidan terdekat. Setelah bidan merekomendasikan agar dibawa ke rumah sakit, kami langsung mengarahkan keluarga menuju IGD PONED RS Sehat Terpadu Dompet Dhuafa dengan melengkapi dokumen yang diperlukan," kata Rura di Bogor, Selasa.

Baca Lainnya :

Setibanya di rumah sakit, Nabila langsung menjalani pemeriksaan, termasuk pengecekan detak jantung janin dan pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan, janin dinyatakan telah meninggal dunia sehingga diperlukan tindakan medis segera.

Menurut Rura, pasien sempat direncanakan dirujuk ke RSUD Leuwiliang karena dokter spesialis obstetri dan ginekologi tidak berada di lokasi saat itu. Selain itu, keluarga juga menghadapi kendala biaya ambulans rujukan yang diperkirakan mencapai Rp2,5 juta.

"Keluarga menyampaikan tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya ambulans tersebut. Karena itu kami segera berkoordinasi dengan pihak LKC Dompet Dhuafa dan manajemen rumah sakit agar pasien tetap memperoleh penanganan secepat mungkin," ujarnya.

Hasil koordinasi tersebut, lanjut Rura, membuat dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Widja Widajaka, Sp.OG, datang ke RS Sehat Terpadu Dompet Dhuafa untuk melakukan tindakan operasi sehingga rencana rujukan ke rumah sakit lain dibatalkan.

"Dengan solusi tersebut pasien dapat segera ditangani di rumah sakit yang sama sehingga tidak perlu dirujuk dan keluarga tidak terbebani biaya ambulans," katanya.

Meski demikian, janin dalam kandungan tidak dapat diselamatkan. Setelah menjalani operasi, pasien masih menjalani perawatan di ruang ICU akibat kondisi tekanan darah dan kadar hemoglobin (HB) yang memerlukan pemantauan intensif.

Rura menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien dan berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian untuk memperkuat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, terutama terkait ketersediaan dokter spesialis dan sistem rujukan kegawatdaruratan.

"Kami berharap pelayanan kegawatdaruratan ibu dan anak dapat semakin diperkuat sehingga masyarakat dapat memperoleh akses layanan yang cepat, aman, dan terjangkau ketika menghadapi kondisi darurat," ujar Rura.